Baru

Thursday, August 31, 2017

9 Rahasia Menjadi Pendengar Yang Baik

9 Rahasia Menjadi Pendengar Yang Baik

Mendengarkan adalah salah satu hal penting dalam percakapan apapun. Mendengarkan merupakan salah satu faktor penting dalam komunikasi langsung. Jika ingin membangun komunikasi sukses anda bisa membaca Tips Sukses Komunikasi. Saat mendengarkan kita tidak hanya membuat orang lain senang karena didengar, namun kita juga mendapatkan pengetahuan yang sangat besar. Seperti yang dikatakan oleh Lymen Steil, “Ketika kita berbicara, kita belajar apa yang sudah kita ketahui, saat kita mendengarkan, kita memiliki kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru”.

Semua orang memiliki telinga yang mampu mendengar dengan sangat baik, namun sayangnya banyak orang yang belum mengetahui bagaimana mendengarkan secara aktif dan efektif.  Padahal mendengarkan merupakan salah satu keterampilan yang mampu menunjang kesuksesan. Beberapa manfaat manfaat mendengarkan diantaranya lebih mudah memahami orang lain serta meningkatkan hubungan interpersonal kita.
Jadi, apakah Anda sudah memutuskan untuk mencapai berberapa manfaat mendengarkan tersebut? Berikut ini 9 Rahasia Menjadi Pendengar Yang Baik:

1.      1. Tunjukkan keterampilan mendengarkan anda dengan parafrase
Parafrase dan ikhtisar keduanya adalah kemampuan komunikasi yang fantastis yang dapat membantu kita memahami poin pembicara dan juga memungkinkan untuk menunjukkan bahwa kita mendengarkan dengan seksama. Meskipun ini terdengar sederhana, namun menggunakan parafrase dan ikhtisar benar-benar dapat menunjukkan bahwa kita telah menerima dengan baik apa yang orang lain sampaikan, dan juga mampu mencegah kesalah pahaman dan kegagalan dalam penyampaian.
Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Parafrase adalah istilah linguistik yang berarti pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya. Sedangkan Ikhtisar yang disebut juga kesimpulan merupakan pendapat terakhir yang mengandung informasi berdasarkan uraian sebelumnya.

2.      2. Berikan respon dengan kata-kata
Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan mengucapkan kata “ya” ketika lawan bicara berbicara tentang sesuatu yang mereka ingin kita setujui atau “wow” saat mereka berbicara tentang sesuatu yang fantastis. Namun jika kita mengatakan “Mmhmm”, “Oh begitu”, atau “Ya” setiap lima detik tentu akan menjadi hal yang menjengkelkan dan mungkin saja akan membuat lawan bicara kita marah. Kita perlu memilih waktu yang tepat untuk mengucapkan kata-kata tersebut dan mengatakanya dengan lembut agar tidak menjadi gangguan. Mengucapkan kata-kata tersebut menunjukkan kita tidak hanya mendengar tapi juga memperhatikan.

3.      3. Buat kontak mata yang konsisten
Saat mendengarkan orang lain, umpan balik yang anda berikan kepada orang yang berbicara bukan hanya tentang apa yang kita katakan kepada orang lain setelah mendengarkanya. Bahasa tubuh seperti kontak mata juga memiliki peran penting dalam hal menjadi pendengar yang baik. Sobat bisa membaca Fungsi Komunikasi Nonverbal jika ingin mengetahui lebih jauh tentang komunikasi nonverbal.
Meskipun tidak tepat jika kita menatap teman yang sedang berbicara tanpa berkedip sampai mereka berhenti berbicara. Jika demikian bukanya membuatnya nyaman namun malah membuaatnya ilfeel atau ngeri dengan kita. Kontak mata yang dimaksud disini adalah penting untuk terus memandang setidaknya beberapa waktu. Melakukan kontak mata Ini adalah cara ntuk mengkomunikasikan bahwa kita tertarik, memahami dan fokus terhadap apa yang mereka bicarakan.
Pastikan untuk menyesuaikan kontak mata dengan orang yang menjadi lawan bicara kita juga. Jika lawan bicara kita adalah seorang yang mudah cemas atau gugup, mengurangi tatapan langsung adalah hal yang bijak dan berusaha menggunakan cara lain untuk menunjukan bahwa kita adalah pendengar yang baik.

4.      4. Melakukan sikap tubuh terbuka
Cara ini masih merupakan bagian dari bahasa tubuh, bahasa tubuh lain untuk menunjukan bahwa kita adalah pendengar yang baik adalah dengan menunjukanya dengan sikap tubuh dan postur yang terbuka. Kita perlu memperhatikan bagaimana cara kita berdiri atau duduk saat mendengarkan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa melipat tangan, mengetuk kaki atau mengerutkan bibir adalah segala cara untuk menunjukkan ketidak senangan, ketidak sabaran atau ketidak tertarikan. Sebaliknya, mendengarkan dengan efektif dapat dikomunikasikan dengan postur tubuh yang lembut dan terbuka. Jaga agar tubuh tetap tenang, dan pertimbangkan untuk maju untuk menunjukkan bahwa kita sangat bersemangat menerima informasi yang disampaikan.

5.      5. Bertanya dengan pertanyaan terbuka
Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang bisa dijawab dengan "ya" atau "tidak" atau pertanyaan yang sederhana, sementara pertanyaan terbuka dirancang untuk mempromosikan tanggapan yang lebih lama dan lebih bijaksana. Ketika kita mengajukan pertanyaan tertutup, seolah-olah kita hanya ingin mendapatkan informasi spesifik dari orang lain atau bahwa kita hanya punya waktu terbatas untuk mereka. Sementara pertanyaan terbuka menunjukkan keinginan kita untuk terlibat dalam diskusi dan menunjukan ketertarikan atau minat kita pada informasi yang disampaikan, serta menunjukan bahwa kita ingin masuk dan membahas lebih jauh ke pembicaraan tersebut.
Saat bertanya kita perlu melakukanya dengan baik dan sopan sehingga tidak menjadi gangguan komunikasi. Ada baiknya anda membaca postingan kami tentang Mendengar Dengan Sabar Bertanya Dengan Sopan.

6.      6. Ingat rincian sebelumnya
Hal penting untuk menjadi pendengar yang baik adalah menyerap informasi-informasi yang diberikan oleh lawan bicara. Tidak masalah jika kita tidak memiliki ingatan yang tajam. Tetapi, jika kita selalu melupakan setiap hal yang diceritakan, maka kita bukanlah pendengar yang baik. Kita tidak perlu mengingat semua hal-hal kecil, tetapi jangan sampai membuat lawan bicara mengulang hal yang sama berkali-kali.
Sebagai pendengar kita perlu mengambil kesempatan untuk menambahkan komentar yang membuktikan bahwa kita telah mendengarkan dan mengingat sesuatu dari percakapan sebelumnya. Hal ini membuat orang merasa dihargai, dan membuktikan bahwa kita benar-benar memperhatikannya. Bahkan sesuatu yang kecil seperti mengingat bahwa seseorang tidak menyukai jenis kopi tertentu atau mereka pernah mengunjungi suatu tempat tertentu dapat membantu memperkuat ikatan bersama.

7.      7. Melakukan anggukan
Seperti halnya kontak mata, mengangguk dan tersenyum merupakan hal yang seringkali kita remehkan bahkan kita abaikan saat mendengarkan orang lain. Namun, jika kita memperhatikan bahasa tubuh kita, mungkin kita akan menyadari bahwa kita mengangguk dan tersenyum lebih sering daripada yang kita duga. Ini adalah cara terbaik untuk menunjukkan bahwa kita setuju dan mengerti serta ingin mendengar lebih banyak, karena anggukan tidak memerlukan interupsi dengan cara apa pun.

8.      8. Menjadi pendengar yang baik dengan mirroring
Masih tentang bahasa tubuh yang bisa kita gunakan untuk menunjukan bahwa kita adalah pendengar yang baik. Kita bisa mengadopsi postur, posisi dan gerakan tubuh yang sama atau mencerminkan sikap tubuh dari orang yang sedang berbicara dengan kita. Meskipun mirroring ini bisa menjadi terlalu ekstrem, jika dilakukan dengan berlebihan, namun pada ukuran tertentu mirroring adalah keterampilan interpersonal yang sangat baik yang bekerja pada tingkat bawah sadar untuk meyakinkan pasangan percakapan kita bahwa kita berempati dengan mereka.
Selain itu dengan mirroring akan menenangkan pembicara dan membuatnya lebih terbuka. Cobalah trik mirroring kecil, seperti menyilangkan kaki Anda ke arah yang sama dengan lawan bicara atau melipat tangan dengan cara yang sama.

9.      9. Mendengarkan untuk memahami
Ini merupakan poin terpenting dan amat sangat penting. dengan mendengarkan dan memahami apa yang orang lain katakan. Hal ini karena dengan memahami yang orang bicarakan menunjukan bahwa kita tidak hanya bertindak seolah-olah kita sedang mendengarkan orang lain, tetapi juga kita memiliki keinginan otentik untuk mendengarkan percakapan dari orang tersebut. Banyak orang yang sekedar hanya menunggu untuk menyela, mengubah topik pembicaraan sendiri atau menilai dari pandangan mereka. Sudah seharusnya sebagai pendengar yang baik kita menghindari hal-hal tersebut karena jelas bukanlah hal yang benar bagi lawan bicara kita (bahkan ketika pembicara tidak menyadari hal tersebut).
Jika kita terlibat dalam sebuah interaksi dengan rasa ingin tahu dan ketertarikan yang tulus pada orang lain, maka hal tersebut akan tercermin pada sikap dan perilaku kita.


Demikianlah 9 Rahasia Menjadi Pendengar Yang Baik semoga bermanfaat bagi kita semua. Menjadi pendengar yang baik membutukan kesungguhan dalam berusaha melatih kemampuan mendengarkan. Kita bisa melatih keterampilan mendengar yang baik dimanapun dan kapanpun setiap kali kita bertemu dan berbicara dengan seseorang, baik di lingkungan kerja, sosial, kampus, sekolah ataupun keluarga. Seperti jenis ketrampilan yang lain, makin banyak berlatih, kita akan makin mahir.

2 comments:

  1. Replies
    1. Terima kasih atas kunjunganya! Semoga bermanfaat dan silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu Blog Catatan Sinine menjadi semakin baik lagi.

      Delete