Baru

Tuesday, September 12, 2017

7 Tehnik Bainstorming Untuk Mengembangkan Kreativitas

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang brainstorming ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu brainstorming. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Curah pendapat (brainstorming) adalah teknik kreativitas yang mengupayakan pencarian penyelesaian dari suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota kelompok. 

Brainstorming adalah cara hebat untuk menghasilkan banyak ide dalam waktu yang singkat, serta merupakan teknik yang umum dilakukan oleh banyak orang dalam memecahkan suatu permasalahan. Melalui brainstorming dapat menghasilkan ide-ide dan solusi kreatif dalam menghadapi suatu masalah. 

Brainstorming merupakan proses berpikir yang berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan masalah melalui metode yang tidak umum, atau sebuah cara yang biasanya akan diabaikan oleh pemikiran logis. Ini dapat membantu kita untuk keluar dari pola pikir rutin, dan memandang sesuatu dari sudut pandang yang lain melalui cara-cara yang baru. Hal yang paling penting dalam sesi brainstorming adalah hindari kritik terhadap ide-ide yang dilontarkan. Ide -ide tersebut harus berfokus pada masalah yang dihadapi, seluas mungkin, dan secepat mungkin dilontarkan. Munculnya kritik, penilaian atau analisis pada tahap brainstorming akan menghambat munculnya ide-ide, membatasi ide-ide kreatif untuk muncul ke permukaan. Analisis dan evaluasi terhadap ide-ide bisa dilakukan setelah sesi brainstorming berakhir untuk menentukan solusi yang terbaik untuk masalah yang dihadapi.

Brainstorming dapat dilakukan secara individual maupun dalam kelompok.
BRAINSTORMING INDIVIDU
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa brainstorming secara individu menghasilkan lebih banyak ide dibanding brainstorming secara berkelompok. Hal ini disebabkan saat melakukan brainstorming secara individu, seseorang dapat lebih bebas dalam mengeluarkan ide-ide kreatif, dan tidak perlu mengkhawatirkan pendapat orang lain. Namun pengalaman dari orang terseut akan menjadi pembatas dalam melakukan brainstorming individu. Dalam brainstorming kelompok, pengalaman akan menjadi lebih luas, karena dalam kelompok terdapat orang-orang dengan latar belakang yang berbeda, pengalaman dari masing-masing individu akan memperkaya ide-ide yang dihasilkan.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari sesi brainstorming individu, pilihlah tempat yang tenang dan nyaman untuk duduk dan berpikir. Minimalkan gangguan sehingga dapat fokus pada masalah yang dihadapi.
Brainstorming secara individu lebih efektif jika dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah yang relatif sederhana, sedangkan untuk masalah yang lebih kompleks, brainstorming secara berkelompok lebih dianjurkan.

BRAINSTORMING KELOMPOK
Brainstorming secara berkelompok sangat bermanfaat untuk mencari solusi terhadap masalah yang kompleks. Bila memungkinkan anggota kelompok brainstorming harus berasal dari berbagai disiplin ilmu sehingga dapat mengambil keuntungan dari pengalaman setiap anggota tim untuk mendapatkan ide-ide dari sudut pandang yang berbeda. Ide yang dilontarkan salah satu anggota tim bisa menjadi umpan untuk munculnya ide-ide dari anggota yang lain. Saat satu anggota kehabisan ide, anggota lain dapat membantu. Bersama anggota tim kita dapat mengembangkan ide-ide secara lebih mendalam lagi, dan inilah keuntungan yang tidak akan didapatkan jika kita melakukan brainstorming secara individual.
Brainstorming secara kelompok harus dilakukan dengan pikiran terbuka dengan semangat kebersamaan. Kelompok ini sebaiknya jangan terlalu besar, dengan jumlah anggota 5 sampai 7 orang sudah cukup efektif.

Setelah mengetahui apa itu brainstorming, sekarang kita akan membahas bagaiman tehnik untuk melakukan brainstorming secara individu. Berikut ini 7 Tehnik Bainstorming Untuk Mengembangkan Kreativitas:

1. Menulis bebas

Ambil selembar kertas kosong tanpa garis, Sobat bisa memanfaatkan kertas fotokopi atau lainya. Lalu ambil alat tulis, Sobat bisa menggunakan pena, pensil, krayon, atau apa pun yang menurut Sobat terasa paling nyaman di tangan. Langkah selanjutnya, atur timer untuk menentukan durasi brainstorming selama 15 menit, sobat bisa memanfaatkan jam tangan, stopwatch, smartphone atau komputer Sobat.
Di bagian atas halaman, tuliskan dengan hati-hati pernyataan tentang apa yang ingin Sobat selesaikan dengan brainstorming. Misalnya: "Saya bisa membangun bisnis online dengan ..."
Ucapkan kata-kata yang Sobat tuliskan dengan lantang, perlahan, agar hal tersebut terekam di pikiran Sobat. Kemudian mulai timer yang sudah Sobat atur sebelumnya dan tuliskan apa saja yang muncul di pikiran Sobat. Lupakan tata bahasa, tanda baca, ejaan, atau bahkan relevansi dengan masalah yang sedang dipecahkan. Bila timer telah berhenti, maka Sobat harus berhenti menulis, lalu bacalah apa yang telah Sobat tuliskan. Mungkin ada sebuah ide yang sempurna disana!

2. Berbicara bebas

Jika Sobat lebih suka menggunakan pendengaran daripada kata-kata tertulis, Mungkin berbicara bebas adalah pilihan yang lebih baik. Berbicara bebas sama seperti menulis bebas, perbedaannya adalah pada instrumen atau alat bantu yang digunakan. Jika Sobat memustuskan memakai tehnik ini, Sobat bisa menggunakan alat perekam terserah apapun bentuknya. Lalu mulailah membicarakan masalah yang Sobat ingin selesaikan sampai waktunya berhenti.
Sekali lagi, mulailah dengan menetapkan masalah sebagai awal kalimat, mulailah timer, dan mulailah berbicara. Jika sudah selesai Sobat bisa mendengarkan rekaman yang sudah dibuat, mungkin ada ide yang luar biasa disana. Saat sedang berbicara jangan khawatir apakah itu masuk akal atau tidak, yang perlu dilakukan hanya bicara.

3. Asosiasi kata

Asosiasi kata terkadang juga bisa menghasilkan ide bagus. Mulailah dengan menulis dua atau tiga kata yang relevan dengan masalah yang ingin dipecahkan. Atur timer untuk menentukan durasi, Sobat bisa mengaturnya selama 5 atau 10 menit. Lalu mulailah menuliskan setiap kata yang muncul di pikiran Sobat. Biarkan satu kata atau gagasan mengarah ke hal lain. Saat timer habis itu artinya waktunya habis, lihatlah gagasan Sobat. Mungkin, ada beberapa permata di antara bangkai kapal tersebut.

4. Peta konsep

Peta konsep (minds maps) adalah sebuah alat visual untuk meningkatkan proses brainstorming. Pada dasarnya, sobat menggambarkan sebuah gambaran hubungan antara ide-ide. Sobat bisa memulainya dengan menuliskan goal atau tantangan, dan memikirkanya secara bertahap. Tambahkan konten pada peta Sobat sehingga dapat melihat secara visual.

Sobat bisa memanfaatkan selembar kertas besar yang bisa digunakan, juga kumpulkan alat tulis dan gambar, ditambah majalah atau sumber lain yang diperlukan. Mulailah dengan meletakkan lingkaran (atau bentuk lainnya) di tengah kertas dengan beberapa jenis gambar atau kata yang mencerminkan masalah. Kemudian mulailah mengisi peta dengan menggunakan apa saja (gambar, kata, simbol, warna) yang Sobat anggap penting untuk mengidentifikasi masalah utama, biarkan solusi memancar dari masalah utama.

5. Pertanyaan brainstorming

Terkadang, alasan mengapa kita mengalami masalah dalam menemukan solusi adalah karena sama sekali tidak mengajukan pertanyaan yang tepat. Jadi, jika usa ha brainstorming yang dilakukan tampaknya tidak menghasilkan kemajuan, pertimbangkan untuk melakukan beberapa brainstormingterhadap pertanyaan itu sendiri.
Apakah kita sudah menanyakanya dengan benar? Pertanyaan apa yang akan membuat kita mendapatkan apa yang benar-benar ingin terjawab?


6. Membawanya tidur

Terkadang hal terbaik yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah adalah dengan membawanya tidur. Hal ini memungkinkan pekerjaan bawah sadar mengatasi masalah dan tidak terganggu oleh kendali konkrit kita. Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah dengan menempatkan buku catatan dan pena atau sobat juga bisa menggunakan perekam yang diselipkan di bawah bantal.
Sama seperti ketika kita tidur seperti biasa, namun sebelum tidur kita harus memikirkan masalah yang ingin diselesaikan dan tetapkan niat bahwa kita akan mendapatkan solusinya saat bangun tidur. Setelah bangun dari tidur dan sebelum memindahkan tubuh, cabutlah buku catatan atau alat perekam dan catat semua hal yang dapat kita ingat.
menuliskanya sebelum memindahkan tubuh kita karena dengan banyak gerakan otot akan menghapus ingatan akan solusi. Baru setelah mencatat semua yang diingat, kita bisa bangun dan bergerak-tapi kita tetap harus menyimpan buku catatan atau perekam, karena mungkin kita akan mengingat lebih banyak rincian saat membaca ulang catatan yang sudah dibuat.

7. Dapatkan sumbang saran sobat

Jika Sobat sudah berusaha memunculkan ide kreatif namun tidak ada yang berhasil, cobalah bergaul dengan teman dan memecahkan masalahnya. Kita bisa saling membantu untuk memecahkan masalah. Ini lebih mudah untuk memecahkan masalah orang lain dan masalah kita. Dan  mungkin saja Sobat menemukan solusi dari sebuah masalah hanya dengan menjelaskan masalah tersebut kepada teman, atau ketika ia memberikan bantuan ide. Sobat mungkin akan terkejut betapa mudahnya mendapatkan sebuah solusi dengan bantuan mereka.

Sekian postingan kali ini tentang 7 Tehnik Bainstorming Untuk Mengembangkan Kreativitas. semoga bermanfaat, dan jika sobat ingin mengetahui tentang bagaimana melakukan komunikasi yang baik bisa membaca 5 Hal yang Dilakukan Komunikator Hebat dan 7 C Komunikasi untuk Komunikasi Efektif.

3 comments: