Baru

Wednesday, September 6, 2017

Ternyata Ini Rahasia Menggunakan Body Language Agar Sukses Saat Presentasi

Ternyata Ini Rahasia Menggunakan Body Language Agar Sukses Saat Presentasi
sumber gambar: publicspeaking.co.id
Berbicara di depan umum bisa jadi merupakan hal sulit untuk dilakukan bagi seseorang. Seperti halnya mendengar, berbicara juga memerlukan keterampilan khusus untuk menunjangnya. Jika sobat ingin mengetahui lebih banyak tentang mendengarkan, sobat bisa membaca 9 Rahasia Menjadi Pendengar yang Baik. Menjadi pembicara di depan umum yang handal tentunya tidak bisa begitu saja diperoleh tanpa melewati jam terbang serta pengalaman yang tinggi. Sebagai persiapan berbicara di depan umum sobat bisa membaca 11 Langkah Sukses Public Speaking.

Salah satu faktor yang menjadi penunjang keberhasilan saat melakukan presentasi di depan audiens adalah menggunakan body language (bahasa tubuh) yang tepat. Saat berbicara di depan umum kita dituntut untuk berada dalam posisi yang menunjukkan sikap berani dan percaya diri sementara disisi lain masih tetap cukup rendah hati agar hubungan dengan audiens tetap terjaga dengan baik. Body language merupakan bagian dari komunikasi nonverbal, jika tertarik mengetahui lebih tentang komunikasi nonverbal sobat bisa membaca Fungsi Komunikasi Nonverbal. Lalu seperti apa body language yang harus dilakukan saat kita presentasi? 

Berikut ini rahasia menggunakan body language agar sukses saat presentasi:
1. Buat sikap dan postur tubuh terbuka
Percaya diri merupakan modal awal yang sangat penting untuk melakukan presentasi Untuk meningkatkan kepercayaan diri selama presentasi, kita perlu bersikap dan membuat postur tubuh yang terbuka, yaitu dengan membuka (membusungkan) dada dan lengan serta berdiri dengan mantap dan tegak lurus. Selain dapat meningkatkan kepercayaan diri, posisi ini akan membuat kita bernapas dengan lebih baik dan merasa lebih rileks.
Saat kita merasa tidak percaya diri biasanya tubuh akan merespon dan melakukan reaksi seperti posisi tubuh sedikit membungkuk, tatapan cenderung kebawah, kadang tanganpun berkeringat. Kita bisa merubah perasaan takut, grogi dan minder dengan merubah sikap dan postur tubuh. Karena pada dasrnya fikiran dan tubuh merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi.
Menampilkan kesan pertama yang baik dengan menunjukan kepercayaan diri kita dengan sikap dan postur tubuh adalah pilihan tepat memulai presentasi sukses. Karena dengan begitu audiens akan memandang kita sebagai seorang yang kredibel dan layak untuk di dengar.

2. Berikan senyuman
Memberikan senyuman sepertinya hal yang sangat sederhana. Namun senyuman adalah cara ampuh untuk membuat audiens merasa nyaman. Tersenyum adalah senjata kita yang paling kuat. Penampilan visual yang paling mudah dilihat adalah wajah kita. Dan bagian wajah yang paling bisa menunjukan bahwa kita ramah atau tidak adalah senyuman kita.
Berikan senyuman yang tulus dari hati, bukan senyuman formalitas. Apakah senyuman yang diberikan seorang kasir di sebuah mini market sama dengan senyuman yang diberikan sahabat saat bercanda? Tentu saja berbeda, dan kita bisa menilai mana senyuman yang tulus dan mana yang hanya sebagai formalitas. Begitupun para audiens, mereka dapat mengetahui arti senyuman kita.

3. Gerakan lengan dan tangan serta lakukan kontak mata 
Apa yang harus dilakukan saat audiens mulai tidak memperhatikan kita? Kita dapat menggerakkan tangan dan lengan secara natural, ini akan membuat perhatian mereka beralih ke kita. Selain itu saat menjadi seorang pembicara kita perlu melakukan kontak mata dengan audiens. Kontak mata akan membuat audiens merasa dihargai dan dilibatkan dalam pembicaraan kita. Namun bagi seorang yang masih pemula menjadi pembicara di depan banyak audiens kontak mata bukanlah hal yang mudah, bahkan banyak orang takut untuk menatap setiap mata dari audiens. Padahal ini sangat penting dilakukan, agar komunikasi yang terjalin mampu terjadi dengan baik. Audiens akan sangat menyukai hal ini karena mereka merasa dianggap ada, dan dihargai sebagai seorang pendengar.

4. Lakukan gerakan kecil yang tegas 
Gerakan ini dimaksudkan untuk menunjukkan otoritas kita. Hal ini memang sangat dianjurkan tapi tidak untuk berlebihan. Lakukanlah gerakan seperlunya saja, tidak perlu berlebihan.Jangan lupa tetap tenang dalam melakukan hal ini. Apabila berhasil maka orang akan mempercayai dan melihat kita sebagai orang yang percaya diri. Selain itu anda bisa melakukan gerakan original kita sehingga orang dapat lebih mengenal kita.

5. Manfaatkan ruang 
Ketika anda menjadi seorang pembicara di suatu ruangan tentu saja akan sangat berbeda ketika berbicara di atas panggung. Namun seorang pembicara tetap harus mampu menguasai ruang atau panggung. Akan terasa sangat membosankan bagi audiens ketika kita berpresentasi namun posisi kita tetap sama. Oleh karena itu melakukan pergerakan dengan mengambil langkah kecil sangatlah penting ketika kita berpresentasi. Dengan melakukan langkah-langkah kecil tersebut, presentasi kita akan menjadi lebih hidup. Selain itu penonton akan lebih senang karena mereka bisa mengalihkan pandangan mereka ke tempat yang berbeda sehingga tidak merasa bosan. Hal ini juga akan membuat kita terlihat mampu menguasai ruangan atau panggung dan mampu berinteraksi dengan baik dengan audiens.
Misalnya, jika kita membicarakan tiga poin, bicarakanlah poin pertama ketika berada pada posisi pertama. Kemudian pindahkan 2 atau 3 langkah dan bicarakan poin kedua, begitupun poin ketiga. Dengan cara ini, kita melakukan gerakan yang mencakup ruang dan menemani apa yang kita sampaikan.

6. Gunakan gerakan yang bervariasi 
Dalam poin sebelumnya disebutkan kalau memakai gerakan tangan dan lengan akan membuat presentasi kita lebih menarik. Tetapi itu saja tidak cukup, kita perlu melakukan berbagai macam gerakan agar perhatian audiens tetap tertuju pada kita. Lakukan kombinasi gerakan dari tangan, lengan dan kepala. Lakukan juga gerakan yang lebih luas sesuai style anda, agar menjadi ciri khas dimata audiens.

7. Manfaatkan properti pendukung 
Ketika melakukan persentasi dengan menggunakan sebuah slide tentu saja audiens bukan hanya akan memperhatikan pembicara, tetapi juga slide yang disajikan. Bagaimana mereka bisa terus memperhatikan pergerakan slide anda? Anda bisa menggunakan gerakan menunjuk ke arah slide atau menggunakan alat bantu seperti laser pointer. Dengan begitu, audiens akan memperhatikan pergerakan slide anda.
Misalnya pada saat ingin menekankan satu bagian penting dari materi, selain dengan menggunakan intonasi nada yang berbeda, kita juga bisa menggunakan trik dengan menunjuk bagian penting tersebut pada slide prensentasi. Dengan melakukan gerakan tersebut secara otomatis penonton akan melihat kemana arah yang kita tunjuk sehingga perhatian audiens lebih terpusat kepada bagian yang ingin ditekankan.

8. Gunakan gerakan terbuka dan berjalan ke arah audiens 
Gerakan ini sangat berguna untuk meningkatkan partisipasi dari audiens. Presentasi kita tentu akan terasa monoton tanpa adanya partisipasi audiens. Ketika anda persentasi atau menyampaikan sebuah materi jangan hanya terfokus pada materi, hal itu akan membuat audiens anda bosan. Cobalah untuk berbaur dan menyatu dengan audience anda. 
Sekekali kita perlu mendekati audiens dan mengajak mereka berinteraksi atau melakukan sebuah dialog sederhana. Ikut sertakan audiens dalam setiap kegiatan yang kita lakukan pada saat persentasi sehingga audiens merasa keberadaanya sangat penting dan diakui. Memang butuh sedikit usaha lebih untuk melibatkan penonton dalam presentasi kita.

9. Tenang dalam menjawab pertanyaan 
Dalam sebuah diskusi tentu saja pertanyaan adalah elemen terpenting, karena dengan adanya sebuah pertanyaan yang diajukan maka akan terbentuk suatu dialog. Pertanyaan dari audiens sendiri tentu saja bermacam – macam. Tidak jarang pembicara mendapatkan pertanyaan yang mungkin terbilang sulit dan sukar dijawab. 
Saat berusaha menjawab pertanyaan yang cukup sulit langkah awal yang perlu dilakukan adalah tetap terlihat tenang, ambil jeda dan bernafas perlahan, hal ini akan memberi kita waktu untuk berfikir dan mencari jawaban. Setelah melakukan hal tersebut, kita bisa berusaha menjawab pertanyaan yang sulit tersebut dengan menatap mata penanya. Dengan gerakan ini pertanyaan yang sangat susah akan terlihat mudah bagi anda.

10. Gunakan Gerakan positif 
Untuk membuat penonton tertarik kepada presentasi kita, menggunakan gerakan postif sangatlah penting. Gerakan positif ini bisa berupa anggukan, menirukan suatu gerakan, senyuman, dan lain-lain. Dengan melakukan gerakan positif ini penonton akan merasa lebih nyaman karena semua yang kita berikan bersifat positif.

Melakukan presentasi di depan banyak audiens bukanlah hal mudah. Kita bukan hanya harus mampu menguasai semua materi dengan baik, namun juga harus mampu menghadirkan hati dan pikiran para audiens dalam persentasi kita. Menggunakan body language adalah salah satunya cara mencapai kesuksesan prentasi. Sobat juga bisa membaca 5 Hal yang Dilakukan Komunikator Hebat dan Tips Sukses Komunikasi. Tentu saja untuk mempraktekannya butuh latian dan jam terbang yang banyak. Semoga bermanfaat, memperluas wawasan dan menambah pengetahuan bagi kita semua.

Sumber: dailyinfographic.com

No comments:

Post a Comment